ADE NAUFAL*
← Blog
Zine28 November 20251 min · 108 kata · Bahasa Indonesia

Zine post-mortem: enam bulan, dua puluh kontributor

Anggaran, jadwal, dan dua minggu terakhir yang selalu jadi bagian paling mahal dari sebuah proyek zine.

Tiga proyek zine, tiga siklus enam bulan, dan pola yang sama setiap kali: lima bulan pertama berjalan sesuai rencana, lalu dua minggu terakhir memakan setengah anggaran tak terduga dan seluruh kesabaran yang tersisa.

Penyebabnya selalu sama, dan bukan keterlambatan artis. Yang terlambat adalah keputusan saya. Berapa eksemplar yang dicetak, vendor mana yang dipakai, apakah pengiriman internasional dibuka — semuanya saya tunda sampai angkanya “lebih jelas”, padahal angkanya tidak akan pernah lebih jelas.

Di proyek ketiga saya memaksa semua keputusan itu selesai di bulan kedua, dengan asumsi yang ditulis di atas kertas. Beberapa asumsinya meleset. Total biayanya tetap turun, karena yang mahal ternyata bukan salah menebak, melainkan menunda menebak.