Selama tiga tahun, seluruh pemeriksaan penipuan di Lapak Bang Ade jalan di atas satu spreadsheet. Delapan belas kolom, sebagian saya isi rajin, sebagian tidak pernah. Kolom yang tidak pernah saya isi namanya “pernah bermasalah sebelumnya”.
Kolom itu kosong bukan karena tidak penting. Kosong karena mengisinya butuh saya membuka riwayat, dan membuka riwayat butuh waktu yang tidak saya punya di jam sibuk. Setiap kali saya melewatinya, saya bilang ke diri sendiri bahwa saya ingat orangnya. Ternyata tidak.
Penggantinya bukan sistem besar. Cuma satu tabel yang diisi otomatis setiap transaksi selesai, dan satu peringatan yang muncul sebelum saya sempat menyetujui. Bedanya bukan di datanya — datanya sudah selalu ada. Bedanya di siapa yang harus mengingat.