Setiap kali ada yang bertanya bagaimana caranya mengurus delapan brand sekaligus, jawaban yang mereka harapkan biasanya soal alat: aplikasi apa yang saya pakai, bagaimana kalender saya disusun, jam berapa saya mulai kerja. Saya paham kenapa. Pertanyaan soal alat itu enak dijawab dan enak dibaca. Masalahnya, alat bukan bagian yang menentukan.
Yang menentukan adalah daftar hal yang saya izinkan untuk tidak beres. Setiap brand punya versi minimalnya sendiri — kondisi paling kecil di mana ia masih boleh disebut hidup. Untuk Lapak Bang Ade, versi minimalnya adalah: transfer masuk diproses hari itu juga, dan tidak ada pertanyaan pelanggan yang menggantung lebih dari dua jam. Selain dua hal itu, semuanya bisa menunggu sampai akhir pekan. Kalau saya tidak menuliskan batas seperti itu, semua pekerjaan terasa sama pentingnya, dan hari saya habis untuk memilih.
Pekerjaan yang tidak boleh saya pegang
Bagian satu
Ada tiga jenis pekerjaan yang saya usahakan tidak pernah saya sentuh langsung. Pertama, pekerjaan yang berulang persis: rekap transaksi, penamaan berkas, pengingat invoice. Kedua, pekerjaan yang butuh ketelitian tapi tidak butuh penilaian: memeriksa apakah nominal di struk cocok dengan nominal di sistem. Ketiga, pekerjaan yang harus jalan saat saya tidur, karena separuh pelanggan Chrientmip ada di zona waktu yang berbeda.
Tiga jenis itu sekarang dijalankan oleh kumpulan skrip yang saya sebut Hermes. Bukan produk, bukan startup — hanya kumpulan pekerjaan terjadwal di satu server kecil yang saya sewa. Setiap pekerjaan punya berkas definisinya sendiri, dan setiap berkas wajib bisa dijalankan kering lewat hermes run --dry sebelum saya izinkan menyentuh data sungguhan. Aturan itu lahir dari satu malam di bulan Oktober yang tidak perlu saya ceritakan panjang-panjang.
Susunan berkasnya sengaja dibuat membosankan. Tidak ada antarmuka, tidak ada dasbor, tidak ada grafik. Kalau saya harus membuka halaman untuk tahu sesuatu sedang gagal, saya sudah kalah — kabar buruk harus datang sendiri ke Telegram saya.
name: receipt-check
schedule: "*/15 6-23 * * *" # tiap 15 menit, jam kerja
brand: lapak-bang-ade
steps:
- pull: inbox.telegram
- extract: [nominal, waktu, bank]
- match: ledger.pending # toleransi Rp 0
- on_mismatch: notify.ownerEmpat aturan yang bertahan
- Satu brand, satu berkas keputusan. Kalau tidak tertulis, artinya belum diputuskan.
- Tidak ada pekerjaan baru yang boleh dijadwalkan sebelum ada yang dihapus.
- Semua uang lewat satu pembukuan, walaupun brandnya delapan.
- Kalau saya menjelaskan sebuah proses tiga kali, proses itu yang salah, bukan orangnya.
Aturan keempat yang paling sering saya langgar. Ia juga yang paling mahal — catatan post-mortem zine tahun lalu sebagian besar berisi kejadian yang muncul karena saya lebih suka mengulang penjelasan daripada memperbaiki alurnya.
Delegasi bukan soal melepas pekerjaan. Soal menuliskan penilaian sampai orang lain bisa memakainya.
Catatan rapat internal, Februari 2025
Bagian yang tidak pernah bisa diserahkan ke skrip adalah penilaian rasa. Di Chrientmip, keputusan seperti apakah sebuah ilustrasi sudah cukup jadi atau masih terasa kaku tetap harus lewat manusia. Yang bisa saya lakukan hanya mempersempit ruang pertanyaannya: daftar periksa enam baris, contoh yang lulus, contoh yang tidak.1 Setelah daftar itu ada, dua artis senior bisa menutup revisi tanpa saya, dan waktu tunggu klien turun dari empat hari jadi satu.
Jadi ke mana perginya waktu saya sekarang? Sebagian besar untuk hal-hal yang tidak kelihatan seperti pekerjaan: menulis ulang prosedur, membaca keluhan yang tidak sempat saya balas minggu lalu, dan sesekali duduk lama tanpa membuka apa pun. Bagian terakhir itu yang paling sulit dibela kalau ada yang bertanya, tapi hampir semua keputusan yang saya tidak sesali datang dari sana.
Kalau ada satu hal yang bisa dibawa dari tulisan ini: jumlah brand bukan ukuran apa pun. Yang perlu dijaga cuma jumlah keputusan yang harus lewat kepala saya setiap hari. Delapan nama di kartu nama itu murah; delapan keputusan sebelum makan siang yang mahal.
Catatan
-
Daftar periksanya ada di repositori internal studio, bukan versi publik. Isinya membosankan: arah cahaya, garis rambut, ketebalan lineart, batas warna kulit, kerapian layer, dan nama berkas. ↩